Jumat, 30 Oktober 2020

Awalnya kamu pasti merasa kesepian 
Dimana selalu ada teman dekat
Yang saling berbagi kisah
Tanpa kenal waktu dan tempat
Kini mereka datang dan pergi tanpa salam

Namun kini memang sudah waktunya
Kesepian akan hadir menyelimuti 
Kala mereka tertutup
Atau hanya aku saja yang menggapnya berubah

PERUBAHAN
Kata dimana kamu akan mengungkapkannya
saat pendewasaan tiba 
tak pernah meminta kepada-Nya
Sudah sewajarnya kamu kesepian

Hei!!!!
Kamu yang disana, dibalik ponsel
cobalah mengubah kesepianmu
Dan nikmati masa-masa pendewasaanmu
Lalu rasakan sebelum ada pendatang 
Yang memintamu menjadi sepasang

Kini setiap rasa kesepian datang, 
akan ku tarik napas paling dalam
sambil menutup mata 
Lalu menghela napaslah dengan senyuman terindah


Aku yakin saat itu DUNIA menyapaku

Rabu, 04 Maret 2020


Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-CoV). REUTERS/CDC


Bukan kalian saja yang ingin hidup
Merekalah yang lemah lebih membutuhkan
Bijak mengambil keputusan
Untuk setiap kebutuhan
Bukan untuk dikejar, tapi kuasaNya yang berkendak

Bukan pelindung itu yang mencegahnya
Tapi kalian harus saling sayang
Semua bukan keinginan mereka dalam ruangan
Sebuah takdir yang membuat mereka berada diruang gelap
Jangan saling menuduh, cobalah mendoakan bumi akan damai

Bukan perkara akan terjadi kehancuran
Namun disini percayalah kalian lupa denganNya
Waktu yang diberi cukup untuk bertunduk dan bersimpuh
Tinggal kalianlah ingin hidup penuh ketenangan
Atau terus saling tak sayang sesama

Bumi ini tak perlu kalian yang bergelimang harta
Tetapi bumi ini perlu kalian yang sayang dan selalu takut dengan kuasaNya

05.03.2020
#corona20192020
#panicbuying

Sabtu, 22 Februari 2020


Yang baik meninggalkan
Yang diam menghilang
Yang berjuang tenggelam
Bahkan yang sayang berpesan

Sebuah pesan terakhir
Untuknya yang tersayang
Kala diatas ketinggian
Jauh dari bumi kehidupan

Pergi tanpa belaian
Mengesankan tanya dijiwanya
Sekarang hanya menyisakan senyuman dalam bidikan kamera
Kini yang tertinggal hatinya rapuh

Tak ada teman dalam lelap yang menemani



23.02.2020

Senin, 10 Februari 2020


Merelakan dengannya
Bukan berarti tak sepaham
Hanya meredam hati
Yang menunggu waktu
Akan sendiri lagi

Seperti mendapatkan hadiah
Namun hati baru bertahap menerima
Maafkan pikiran buruk ini
Yang selalu menganggap kau berubah
Kini hati mulai menerima

Pergilah dan jangan lupakan kenangan
Senyummu malam itu tanpa tanya
Tetap merahasiakan sampai pertemuan datang
Bicaralah, aku sudah menerimanya

Terima kasih telah menjadi pundak persahabatan
Terima kasih telah menemani sampai saat ini
Kamu harus lebih kuat, dia bukan seperti ku 
Melainkan dia akan menjadi teman hidupmu

26.01.2020

Sabtu, 04 Januari 2020

Semua akan berubah jika ada seseorang masuk dalam pikiran
Ku kira bagiku sudah lazim
Nyatanya tuk sekian kali kehilangan
Tak pernah melihat lagi humorisnya sejak itu

Kini ia terlihat tertutup
Meskipun malam itu percakapan dimulai
Terlihat jelas ia takut bercakap
Kita yang ada disampingnya hanya pendengar
Sampai tak mampu untuk membalas

Yang kita lihat saat itu senyuman cemas diwajahnya
Itu yang membuat kita bingung
Mengapa ia ingin melewati kecemasan
Jangan salahkan kita jika keretakkan terjadi
karenanya
Dari awal percakapan sudah kita ingatkan
Pasti ada dimana titik berat datang

Maaf kita bukan berucap kasar
Hanya mengingatkan saja
Dan ingin melihat kebahagian diantara kita
Bukan malapetaka untuk sahabatnya
Berkabarlah jangan lari dari masalah
Karena kitalah yang selalu bersedia jadi pundak dalam kesedihan dan kebahagian

02.01.2020