Pejuang Keluarga Ku
Aku terlahir dari keluarga yang sederhana, Alhamdulillah keluarga kumasih utuh sampai sekarang. Keluarga ku berjumlah lima orang yaitu, ayahku bernama suryanto, dia seorang karyawan swasta dibidang bekel pembuatan mesin makanan instan, Ibuku bernama Sumarni, Dia seorang ibu rumah tangga, adik pertamaku bernama Mafuzha Dwi Putri, Dia sekolah di SMPN 1 Depok, adik kedua saya bernama Dimas Jatmiko, Dia sekolah di SDN Pancoranmas, dan terakhir aku anak pertama bernama Rachmania Putri yang sekarang kuliah di PNJ.
Ayahku adalah sosok yang kuat dimataku, karena dia rela pergi malam pulang malam demi menafkahi keluarganya. Tidak hanya itu sosoknya yang selalu terlihat tegas, namun di balik semua itu tersimpan rasa sayang.
Sebagai karyawan swasta di bidang pembuatan mesin makanan instan, ayah selalu mengajarkan betapa rumitnya membuat alat untuk mesin makanan instan itu. Tapi ayah tidak pernah terliat lelah ketika pulang kerumah. Mungkin semua ayah lalukan demi keluarganya.
Ayah itu orangnya memang sangat ulet, ayah pernah cerita kalau dulu kecil ia pernah menjadi peloper koran antar rumah setiap pagi. Katanya hasil dari penjualan itu ia tabung untuk bisa di belikan sepeda. Mungkin kebanyakan dari orang membeli sepeda dalam keadaan utuh, namun laen hal dengan ayah, ia merangakai sendiri untuk bisa dijadikan sepeda utuh.
Ketika semua orang sudah tertidur pulas, aku pernah mendengar suara ayah yang sedang solat malam dan sedang mendoakan anak-anaknya agar menjadi anak yang patuh kepada orang tuanya, dan mendoakan agar selalu diberikan kesehatan sampai bisa melihat cucu-cucunya nanti.
Pernah seuatu ketika ayah membuat keluarga syok, ketika ayah sudah berangkat kerja namun beberapa teman kerjanya ada yg menelpon rumah. Menanyakan apakah ayah masuk kerja atau tidak. Aku bingung menjawabnya, karena ayah sudah dari pagi berangkat kerja. Namun setelah itu, aku melihat sebuah berita di televisi, bahwa terjadi kecelakan kereta api. Dan di tayangan tersebut ada seorang laki-laki yang tangannya terjepit pintu kereta. Dan ternyata sosok laki-laki tersebut itu adalah ayahku, betapa syoknya aku dan keluargaku ketika melihat berita tersebut.
Namun tiba-tiba beberapa jam dari kabar di televisi, telpon rumah berdering. Ternyata yang menelpon adalah ayah. Ayah memberi kabar bahwa "kamu dan keluarga dirumah jangan panik dengan kabar yang beredar ditelevisi, ayah sudah ditangani oleh dokter. Luka ayah juga tidak terlalu dalam", ucapnya.
Memang ayahku sosok yang sangat kuat, meskipun terjadi kecelakan pada dirinya. Dia tetap selalu memberikan senyuman pada dirinya. Kalau kata ayah, dia rela merelakan segala jiwa dan raganya untuk keluarganya. Meskipun istilah kata kelapa jadi kaki, dan kaki jadi kepala.
Dan sampai saat ini bagiku ayah adalah seorang pejuang bagi keluarganya. Suatusaat nanti aku ingin bisa menggantikan ayah, meskipun kita lain jenis kelamin. Tapi sikap dan tingkah laku ayah yang sangat kuat dan ulet bisa menular didalam diriku.
huhuhuhu sedih
BalasHapus